Indonesia, Keselarasan yang Mulai Rapuh
Jika pada tugas essai sebelumnya saya sempat kesulitan karena hanya memiliki info yang sedikit mengenai tema essai saya, kali ini saya ‘sedikit’ kesulitan dalam membuat essai karena begitu banyaknya info yang saya dapat. Namanya juga manusia, dikasih sedikit kurang, dikasih banyak malah katanya kelebihan.
Dalam essai yang bertemakan ‘Harmony in Diversity’ ini, saya ingin mengangkat Indonesia sebagai topik utamanya. Karena seperti yang kita ketahui bersama bahwa Indonesia adalah negara kepulauan yang kaya akan warna kehidupan. Hal ini dapat kita lihat dari keberagaman budaya, suku bangsa, bahasa daerah, kepercayaan/agama, dan bahkan ras yang terdapat di dalamnya. Namun sayang, keindahan keberagaman itu menjadi pudar dengan adanya konflik-konflik yang sebenarnya muncul dari isu-isu lain yang tidak berkenaan dengan keragaman kebudayaan itu sendiri.
Indonesia mempunyai potret kebudayaan yang lengkap dan bervariasi. Dan tak kalah pentingnya, secara sosial budaya dan politik masyarakat Indonesia mempunyai jalinan sejarah dinamika interaksi antar kebudayaan yang dirangkai sejak dulu. Interaksi antar kebudayaan dijalin tidak hanya meliputi antar kelompok sukubangsa yang berbeda, namun juga meliputi antar peradaban yang ada di dunia. Labuhnya kapal-kapal Portugis di Banten pada abad pertengahan, misalnya telah membuka diri Indonesia pada lingkup pergaulan dunia internasional pada saat itu.
Sejarah membuktikan bahwa kebudayaan di Indonesia mampu hidup secara berdampingan, saling mengisi, dan ataupun berjalan secara paralel. Hubungan-hubungan antar kebudayaan tersebut dapat berjalan terjalin dalam bingkai ”Bhinneka Tunggal Ika” , dimana bisa kita maknai bahwa konteks keanekaragamannya bukan hanya mengacu kepada keanekaragaman kelompok sukubangsa semata namun kepada konteks kebudayaan.
Dengan berbagai tipe kelompok masyarakat yang beragam, serta keragaman agamanya, masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk yang sesungguhnya rapuh. Rapuh dalam artian dengan keragaman perbedaan yang dimilikinya maka potensi konflik yang dipunyainya juga akan semakin tajam. Perbedaan-perbedaan yang ada dalam masyarakat akan menjadi pendorong untuk memperkuat isu konflik yang muncul di tengah-tengah masyarakat dimana sebenarnya konflik itu muncul dari isu-isu lain yang tidak berkenaan dengan keragaman kebudayaan. Seperti kasus-kasus konflik yang muncul di Indonesia dimana dinyatakan sebagai kasus konflik agama dan sukubangsa.
Jika kita melihat penjelasan diatas maka sebenarnya kekayaan Indonesia mempunyai bentuk yang beragam. Tidak hanya beragam dari bentuknya namun juga menyangkut asalnya. Dan sekarang giliran kita sebagai generasi penerus, ikut serta dan harus menjaga keanekaragaman yang kita miliki dan mengelolanya dengan benar. Karena keragaman budaya adalah sesungguhnya kekayaan budaya bangsa Indonesia. Dan jangan biarkan perbedaan menjadi alasan atas perpecahan. Jadikan perbedaan sebagai warna dan selaraskan dalam kehidupan kita. Keberagaman bisa menjadi indah dalam keharmonisan. Itulah Indonesia yang seharusnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar