Apa sih yg kita cari dalam hidup ini? Nilai (satuan atau gabungan angka2)? Terserah apa jawaban anda, karena saya yakin, setiap pertanyaan tidak akan hanya memiliki satu jawaban. Jawaban kita semua bisa saja berbeda, tergantung dari sudut pandang anda ketika menjawab dan memahami pertanyaan itu sendiri. Kembali lagi pada pertanyaan di awal, dan jawaban saya adalah; yang saya butuhkan dalam hidup bukanlah nilai yang tersurat, yang bisa dibaca pada suatu media. Melainkan nilai-nilai yang terkandung, makna, dalam tiap jengkal perjalanan hidup ini. Terkadang kita memang membutuhkan nilai tersurat untuk mengukur kemampuan dan pehaman kita dalam suatu bidang, tapi ukuran seperti itu terkadang juga tidak baku untuk mengukur kemampuan dan pemahaman kita yang hakiki.
Di lembaga pendidikan misalnya. Tiap orang datang dengan tujuan dan alasan yang berbeda-beda (tanyakan saja pada tiap orang yang datang ke sekolah atau kampus2). Dalam lembaga2 seperti itu, tentu yang mereka perebutkan adalah nilai (tidak menutup kemungkinan, saya). Tapi lebih dari itu, untuk apa? Dalam pertemuan 150menit, (saya) harus memahami bahan mata kuliah saat pertemuan itu juga, karena pertemuan berikutnya (saya) harus melakukan hal yang sama dengan bahan yang lain. Belum lagi dengan mata kuliah yang lain. Seperti itu, dalam test dan/atau ujian nanti, (saya) harus mendapat nilai yang baik. Sebagai manusia biasa, how can I do? Mungkin dengan menghafalnya, kita bisa pass the examination. Tapi bagaimana kita bisa paham tentang itu semua? Itu saya, dengan segala keterbatasan yang saya miliki.
Saya sedih saat mengetahui hasil test/ujian saya kurang memuaskan (bahkan bisa dikatakan, tidak memuaskan). Saya jadi merasa kecil. Tapi kembali lagi saya melihat ke dalam, dilihat tanpa nilai2 tersebut, saya rasa saya bisa! Sudah saya pertimbangkan, dan bandingkan dengan yang lain. Ada juga beberapa yang nilainya di atas saya, kemampuannya sebanding bahkan bisa dikatakan masih mending sayalah, dan itu menunjukkan apa? Sayanya yang kurang serius, sayanya yang memang kurang bisa (ingat, tidak ada orang yang bodoh!), atau… entahlah. Banyak jawaban.
Saya hanya bisa meyikapinya dan (harus dan semoga bisa) berusaha untuk memperbaikinya.
Tapi saya juga belajar sesuatu dari itu semua. Formalnya, terkadang kita membutuhkan nilai2 tersurat untuk mengukur kadar kemampuan kita. Tapi pada prakteknya, dalam kehidupan real kita, yang terpenting adalah bagaimana kita menangkap makna dan menyikapi segala hal yang ada dalam hidup kita.
Pikirkanlah;
Dalam hidup ini…
1. Apa yang tengah saya cari?
1. Apa yang tengah saya cari?
2. Apa yang sudah saya dapatkan?
3. Apa yang sudah saya capai?
4. Apakah saya mengerti/belajar sesuatu?
5. Apakah sesuatu itu berguna untuk saya?
6. Apakah sesuatu itu bisa juga berguna untuk orang lain?
Disetiap perjalanan hidup kita, tentu akan singgah bermacam2 sesuatu. Hanya bagaimana kita menyikapinya. Seperti saat kita mendapatkan sesuatu, ilmu baru, waktu kita menuntut ilmu. Untuk apa? Apakah hanya untuk kita? Lalu darimana kita mendapatkannya? Tidakkah pernah terpikir, untuk membaginya dengan orang lain? Toh kita juga mendapatkannya dari orang lain, hitung2 sebagai balas budi atau yaa anggaplah agar hidup kita tidak sia2 dengan berbagi sesuatu dengan yang lain.
Jadi menurut saya, janganlah kita hanya mengejar nilai dalam dunia, tapi carilah makna di dalamnya dan sikapilah dengan baik. Jika ada waktunya kita merasa kecil, ingatlah, sekecil apapun itu akan sangat beguna untuk orang lain. Karena Tuhan TIDAK PERNAH menciptakan segala sesuatunya dengan percuma (sia2).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar